Kutipan: Apakah Anda menggunakan indikator momentum—MACD—untuk analisa teknik Anda? Berikut adalah dasar-dasar yang harus diketahui oleh semua trader Forex, serta pro dan kontra dari indikator ini.

Moving average convergence divergence (MACD) merupakan indikator momentum yang mengikuti tren. Indikator ini disediakan bagi para trader yang melakukan trading dengan Forex4you. Indikator ini dibuat dari garis MACD dan garis sinyal. Garis MACD diturunkan dengan mengurangi periode EMA tertentu dari EMA yang lain. Gambar di bawah ini menunjukkan MACD 13, 21, 8.

Yang pertama adalah periode cepat EMA 13 dan periode lambat EMA 21. Garis MACD (yang ditunjukkan dengan histogram berwarna abu-abu) di plot secara otomatis. Ini bisa dihitung dengan mengurangi EMA lambat dengan EMA cepat. MA ketiga - 8 periode SMA (simple moving average) di plot di seberang histogram abu-abu, yang ditunjukkan dengan garis titik-titik berwarna merah dan biasanya disebut dengan garis sinyal. Dasar penggabungan ini adalah untuk memberi sinyal beli dan jual pada instrumen apapun yang direncanakan dan pada kerangka waktu apapun. MACD akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan kerangka waktu yang baru. Pengaturan pada MT4 bisa dirubah. Pengaturan bawaan dari MT4 adalah 12, 26, 9.

Informasi Apa yang Diberikan MACD?

Indikator-indikator merupakan komputasi matematis dan masing-masing menjelaskan hal yang berbeda. MACD menunjukkan nilai positif saat EMA cepat berada di atas EMA lambat; dan menunjukkan nilai negatif jika EMA lambat berada di atas MA cepat. MACD memiliki garis dasar nol pada MT4. Semakin jauh MACD dari garis nol (di atas atau di bawah), semakin jauh jarak dua EMA. Hal ini mengindikasikan pertumbuhan tren harga. Saat MACD mendekati garis nol, hal tersebut menunjukkan pelemahan harga dari tren yang sedang berlangsung. Jika MACD tetap berada di atas nol, maka trennya Bullish; sementara jika MACD berada di bawah nol, maka trennya bearish. Semakin lama MACD bertahan di atas garis nol, semakin merata trennya.

Tren di atas adalah tren bullish pada kerangka waktu 15 menit. MACD tetap berada di atas dengan penurunan menuju garis nol, yang menunjukkan kelemahan kecil. Tren bullish berlaku karena MACD dengan cepat kembali di atas garis nol untuk bergerak lebih lanjut. Tren bearish akan mulai jika harga turun jauh di bawah garis nol dan bertahan di sana.

1. MACD Crossovers / MACD berseberangan

Ini adalah salah satu cara penggunaan MACD yang paling populer. Dalam uptrend/tren naik (saat garis sinyal dan MACD berada di atas garis nol), jika garis sinyal melintas di bawah histogram MACD, itu berarti tren yang berlaku akan melemah. Namun, setelah pelemahan tersebut garis sinyal melintasi di atas MACD, hal ini menunjukkan kelanjutan tren bullish. Dalam downtrend/tren turun (ketika MACD dan garis sinyal di bawah garis nol), jika garis sinyal melintasi MACD ke atas, hal ini menunjukkan pelemahan tren bearish. Jika setelah pelemahan tersebut garis sinyal melintasi MACD ke bawah, hal ini menunjukkan kelanjutan tren bearish.

Panah biru pada harga menunjukkan sinyal beli. Beli/buy pada tren bullish. Penggunaan prinsip yang sama juga berlaku pada downtrend.

2. Price-MACD Divergence / Divergensi harga MACD

Ketika MACD membuat high dan low yang menyimpang dari high dan low yang sesuai dengan harga, skenario ini disebut divergensi.

Divergensi bearish membentuk high yang lebih tinggi dan high yang lebih rendah di MACD. Divergensi bearish memberikan sinyal jual. Divergensi bullish terjadi ketika harga membuat low yang lebih rendah, sementara MACD membuat low yang lebih tinggi. Ini menunjukkan sinyal beli.

Pro dan Kontra Penggunaan MACD

Pro:

  • MACD bisa digunakan sebagai indikator tren dan indikator momentum.

  • MACD menyediakan sinyal buy dan sell yang jelas dengan menggunakan MACD crossover dan Divergence seperti yang telah dijelaskan di atas.

  • MACD bisa dikombinasikan dengan metode teknik lain agar lebih jelas lagi.

Kontra:

  • MACD bisa menunjukkan reversal yang salah. Terkadang sinyal reversal yang ditunjukkan oleh MACD divergence tidak berarti reversal signifikan akan terjadi, bisa saja hanya berupa jeda sementara atau pergerakan menyamping sedang berlangsung, sebelum akhirnya melanjutkan tren. Oleh karenanya MAC tidak bisa digunakan untuk memperkirakan reversal.

  • MACD tidak banyak memberikan analisa tren yang akurat. Tren yang mengikuti sinyal bisa juga salah atau menunjukkan pergerakan yang kecil sebelum reversal tren.

Artikel terkait