Indikator Moving Average (MA) adalah salah satu indikator analisa teknik yang tertua. Para trader bahkan menggunakannya sebelum komputer diciptakan. Indikator ini dianggap sebagai indikator terbaik dalam menentukan tren untuk segala instrumen keuangan seperti mata uang, saham, futures (mata uang berjangka), option, dan crypto.

Fungsi dari MA adalah untuk menunjukkan arah garis tren dengan mengurangi “noise“ atau gangguan pasar. Grafik rata-rata berfungsi sebagai level support/resistance yang dinamis. Perhitungannya didasarkan pada hasil penjumlahan harga dari trading aset untuk periode waktu tertentu yang telah lalu kemudian dibagi dengan kuantitasnya. Dengan demikian, indikator Moving Average menghitung rata-rata aritmatika dari fluktuasi harga di masa lalu tanpa mempertimbangkan “noise“. Perhitungan dapat dilakukan pada harga buka/tutup, high/low.

Keandalan sinyal MA ditentukan oleh jumlah periode perhitungan. Semakin banyak periode yang digunakan, sinyal menjadi lebih handal.

Indikator MA Forex Lainnya

Salah satu indikator paling sederhana dan terkenal adalah simple moving average (SMA). Selain SMA, ada beberapa pilihan indikator yang tersebar luas dan disajikan disebagian besar platform trading.

  • Eksponensial (Exponential Moving Average, EMA). Berbeda dengan MA yang sederhana, yang tidak menghasilkan perbedaan antara periode harga yang dihitung, indikator EMA menambah nilai lebih pada sebagian besar data terbaru. Dari penutupan harga teraktual, nilainya menurun secara eksponensial dari bilah/batang pertama yang paling sensitif hingga yang paling akhir dihitung, yang tidak berpengaruh pada perhitungan tren. Algoritma EMA memungkinkan Anda untuk menanggapi perubahan pasar dengan lebih cepat agar trading Anda lebih efektif dalam jangka waktu yang kecil/pendek.

  • Linier Weighted (Indikator MA Linier Weighted, LWMA, WMA). Modifikasi Moving Average EMA dengan algoritma yang berbeda untuk menetapkan signifikansi (bobot/weight) periode. Seperti halnya dengan EMA, pada LWMA, bilah/batang terakhir memiliki bobot terbesar, kemudian signifikansi menurun dalam kaitannya dengan bilah eksponensial. LWMA bereaksi lebih besar terhadap perubahan harga yang drastis, itulah sebabnya mengapa LWMA lebih banyak digunakan di pasar saham, di mana tren pada dasarnya lebih halus daripada di pasar Forex yang fluktuatif.

  • Smoothed MA (SMMA). Indikator MA ini bekerja dengan cara yang berlawanan : periode lama memiliki bobot lebih dan nilai bilah teraktual berkurang secara berurutan. Dengan demikian, pergerakan smoothed MA menjadi lebih tahan terhadap fluktuasi harga yang kecil.

Cara Menggunakan Indikator Moving Average

Pengaturan MA bisa berbeda tergantung pada strategi yang Anda gunakan, tapi ada prinsip dasar umum untuk menggunakan MA dalam trading pada instrumen keuangan apapun:

1

Pilihlah periode MA yang tepat.

2

Menganalisa sudut kecenderungan/inklinasi Moving Average. Semakin besar sudut kecenderungan dari suatu MA, maka semakin kuat potensi dari instrumen keuangan untuk naik atau jatuh.

Moving Averages in Action:

1

Menggunakan MA sebagai garis tren. Untuk menggunakan MA sebagai garis tren, Anda harus memilih karakteristik MA yang tepat. Jika harga ditempatkan lebih tinggi dari MA, maka ada tren bullish di pasar, dan sebaliknya.

2

Menentukan momentum dengan MA. Momentum pada dasarnya adalah kecepatan tren. Cara termudah untuk menentukan momentum pasar adalah untuk merencanakan tiga MA pada grafik dan melakukan observasi hubungan antara ketiganya. Ada momentum yang kuat jika harga bertahan dan MA berbaris satu sama lain. MA yang harus diurutkan dari atas ke bawah : 20, 50 dan 200. Jika garis MA bersilangan satu sama lain dan dengan harga, maka ada indikasi pasar datar/flat.

3

Support dan resistance. Pilihan yang terkenal adalah dengan menggunakan MA sebagai garis support/resistance. Biasanya trader menggunakan MA dengan nilai bulat, seperti 20, 50 dan 100.

4

MA interception/pencegatan MA. Persimpangan bullish dari Moving Average terjadi saat garis yang lebih cepat (dengan parameter periode yang lebih pendek) memotong garis yang lebih lambat (dengan parameter periode yang lebih besar) dari bawah ke atas. Moving Average yang bearish terjadi saat garis yang cepat memotong garis yang lebih lambat dari atas ke bawah.

Artikel terkait