Trading breakout merupakan sebuah strategi yang berbasis pada model berikut : proses pembukaan trading yang dimulai saat harga menembus level support atau resistance secara berturut-turut.

Menggunakan strategi breakout biasanya lebih efektif saat ada tren yang jelas, tapi kurang efektif saat digunakan pada saat pasar flat/datar.

Suatu entry biasanya dibuka saat harga menembus level support dan resistance yang telah ditentukan sebelumnya. Di saat yang bersamaan, seorang trader harus menghitung nominal pips minimum yang diperlukan untuk mendapat perkiraan bahwa breakout telah terjadi. Setelah ditembus, harga biasanya kembali dan kemudian rebound dari level yang tertembus sebelumnya. Di saat yang bersamaan, garis support ditrasformasi mejadi resistance.

Keuntungan Strategi Forex Breakout

Strategi breakout memiliki keuntungan sebagai berikut:

1

Model strategi ini memungkinkan Anda untuk membuat profit yang signifikan dalam jangka waktu pendek. Kesempatan ini bisa hadir karena biasanya harga sangat volatil saat keluar dari tren sideway.

2

Model strategi ini menggunakan sinyal yang dapat diandalkan yang memungkinkan Anda untuk menentukan arah harga.

Keuntungan tersebut didasarkan pada sifat reflektif alami dari pasar. Saat sinyal muncul, banyak trader yang melihatnya dan kemudian melakukan kegiatan trading, hal ini akan memperkuat volatilitas. Menembus level support dan resistance merupakan sinyal yang paling dapat dipercaya (kecuali tren reversal). Kerugian utama dari strategi ini adalah kurangnya efisiensi saat digunakan pada pasar flat.

Analisa dari Dua Model Breakout Trading

Mari menganalisa breakout trading jangka pendek. Entry harus dibuka saat harga diatas 10-15 pips (dibawah) level resistance (level support). Sangat penting untuk diingat bahwa exit dari kanal/channel yang lebih sempit (diatas 30 basis point) memiliki potensi profit yang lebih besar.

Ada dua taktik yang bisa membantu Anda untuk menutup suatu entry dan menentukan stop-loss order:

1

Buy and Hold (beli dan tahan)

2

Short-Term Trading (perdagangan jangka pendek)

Taktik Buy and Hold

Taktik buy and hold didasarkan pada fakta bahwa suatu posisi harus dipegang selama durasi tren. Taktik ini digunakan saat ada keyakinan bahwa sikap tren tidak akan berubah sampai level yang telah dihitung (take profit level). Taktik buy and hold terkadang disebut juga taktik ‘strong nerves‘, karena selalu ada kemungkinan untuk tren terbuka sebelum mencapai take profit Anda. Inilah alasannya mengapa untuk mengurangi level risiko yang dimiliki oleh taktik ini, sangat dianjurkan untuk menggunakan ‘traling stop‘. Kegunaan traling stop adalah untuk menutup trading yang menguntungkan saat harga mulai melakukan pembalikan/reversal.

Taktik Trading Jangka Pendek

Taktik short term trading didasarkan pada trading yang ditutup lebih awal. Trader menutup order terbuka dengan cepat tanpa menunggu kemungkinan tren melakukan koreksi atau pembalikan. Setelah menutup satu order, trader bisa mencari entry baru bersamaan dengan saat tren menyentuh level support dan resistance atau menembus level tersebut. Sebuah gambar yang merepresentasikan trading jangka pendek dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Praktik menunjukkan bahwa menggunakan taktik jangka pendek pada kebanyakan kasus memberikan keuntungan yang lebih kecil dari pada taktik buy and hold. Di saat yang bersamaan, taktik trading jangka pendek membawa resiko yang lebih kecil.

Artikel terkait