Para broker memfasilitasi perdagangan Forex melalui berbagai platform mereka dan mengizinkan para trader untuk melakukan perdagangan/trade mereka di pasar. Harga yang tertera pada layar Anda setiap hari merupakan kuotasi yang didapat dari sebuah sumber utama. Namun kuotasi didapatkan dengan cara yang berbeda-beda. Lalu bagaimana sebenarnya cara mereka beroperasi?

Bagaimana Cara Broker Bekerja?

Untuk mengerti operasional broker dan dari mana mereka mendapatkan kuotasinya, kita harus melihat dari perspektif yang lebih luas. Dinamikanya disini sama dengan pasar-pasar lain yang melibatkan pembeli dan penjual. Para trader (dalam hal ini sebagai klien) membayar penjual (broker) sebuah biaya (bid/ask spread) untuk mendapatkan akses ke pasar Forex.

Dalam persamaan ini, para broker sebenarnya adalah pedagang ritel yang menyediakan jasa dengan terhubung ke penyedia likuiditas. Sebagai akibatnya, para broker ini—yang juga disebut dengan “white label” oleh perusahaan broker yang lebih besar—mengakibatkan bertambahnya lapisan pada harga yang dikuotasi. Dengan semua hal tersebut, menghapus trader masih tetap jauh dari aksi harga aktual di interbank.

Siapa Saja Penyedia Likuiditas Utama Forex?

The interbank liquidity pool (Kumpulan likuiditas interbank) didominasi oleh bank-bank besar yang mengatur sekitar 80% pasar valuta asing. Bank-bank tersebut adalah:

  • Deutsche Bank – 20% saham pasar Forex

  • UBS – 12% saham pasar Forex

  • Citigroup – 11% saham pasar Forex

  • Barclay’s Capital – 7% saham pasar Forex

  • RBS – 7% saham pasar Forex

  • Goldman Sachs – 5% saham pasar Forex

  • HSBC – 5% saham pasar Forex

  • Bank of America – 4% saham pasar Forex

  • JP Morgan Chase - 4% saham pasar Forex

  • Merrill Lynch - 4% saham pasar Forex

Para broker akan menerima real-time streamed quotes (saluran kuotasi aktual) dari para penyedia likuiditas dengan menghubungkan mereka dengan pasar interbank (interbank market) melalui jembatan interface. Hal ini memungkinkan para broker untuk menerima aliran kuotasi yang konstan yang mereka gunakan untuk “menjual kembali“ kepada para trader individual.

Broker-broker yang lebih besar biasanya terhubung dengan lebih dari satu penyedia likuiditas yang memungkinkan mereka untuk menjadi fleksibel dalam mengeksekusi order dan juga menawarkan harga yang lebih baik. Broker Forex yang lebih kecil mungkin hanya memiliki satu atau dua penyedia likuiditas yang dapat mengurangi pilihan/opsi mereka pada keadaan tertentu.

Artikel terkait